-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
PROMOSIKAN BISNIS ANDA DISINI - HUBUNGI: +62 856-5561-5145

Pengrajin Batu Akik Pacitan Bertahan di Tengah Perubahan Zaman, Andalkan Bahan Lokal dan Pemasaran Digital

Pengrajin Akik, Agung di workshop Desa Bangunsari. (Dok. Acr)
GARDAJATIM.COM : Pengrajin batu akik Pacitan tetap menunjukkan konsistensi menjaga kualitas dan keindahan produk di tengah perubahan zaman serta tantangan ekonomi. 

Meski persaingan semakin ketat, para perajin di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, terus mempertahankan produksi batu akik berbahan lokal.

Salah satu pengrajin, Agung, yang bekerja dari workshop kecil di rumahnya di Desa Bangunsari, masih aktif memproduksi batu akik dengan proses teliti dan penuh kesabaran. 

Ia mengaku fokus menciptakan produk yang mampu memberikan kepuasan bagi pelanggan.

"Saya ingin membuat produk yang membuat pelanggan puas dan bangga," katanya, Selasa (10/2/2026).

Dalam proses pembuatannya, Agung menggabungkan teknik tradisional dengan penggunaan peralatan modern untuk menghasilkan desain batu akik yang unik. 

Bahan utama yang digunakan berasal dari batu lokal Pacitan jenis calsedon yang menjadi ciri khas daerah tersebut.

"Saya selama ini masih konsisten mempertahankan bahan lokal batu Pacitan yaitu calsedoni. Untuk saat ini, karena minimnya kontes akik di Pacitan, kami pengrajin akik, khususnya saya, untuk pemasaran menggunakan media sosial. Tentunya saya berharap pada pemda agar rutin kembali menyelenggarakan kontes akik, agar eksistensi pengrajin akik Pacitan terus ada," pungkasnya.

Minimnya kegiatan kontes batu akik di Pacitan disebut menjadi salah satu tantangan bagi para perajin untuk memperkenalkan karya mereka. 

Kondisi ini mendorong pelaku usaha kecil untuk beradaptasi dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan penjualan.

Konsistensi pengrajin seperti Agung menunjukkan bahwa kerajinan batu akik Pacitan masih memiliki daya tahan di tengah dinamika zaman. 

Pemanfaatan bahan lokal dan inovasi pemasaran menjadi langkah untuk menjaga keberlangsungan industri kreatif daerah. (@Acr)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar