-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
PROMOSIKAN BISNIS ANDA DISINI - HUBUNGI: +62 856-5561-5145

Polemik Pembayaran SPPG Badegan Diluruskan, Miskomunikasi Jadi Biang Kerok

Para pihak sepakat mengakhiri polemik pembayaran demi menjaga kelancaran Program Makan Bergizi Gratis di Badegan, Ponorogo. (Foto: doc. Gardajatim.com)
GARDAJATIM.COM:
Polemik keterlambatan pembayaran yang sempat dikeluhkan relawan dan suplayer mitra SPPG Badegan 001, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, akhirnya diluruskan. 

Setelah dilakukan penelusuran bersama, persoalan tersebut dipastikan terjadi akibat miskomunikasi dan kendala administrasi, bukan karena kelalaian atau buruknya kinerja pengelola.

Klarifikasi disampaikan dalam pertemuan antara Kepala SPPG Badegan 001, Sidik, PIC Yayasan SPPG Badegan 001, serta para mitra dan suplayer di sebuah kafe di Ponorogo, Rabu, 4 Februari 2026. 

Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan berakhir dengan kesepakatan bersama untuk mengakhiri polemik demi menjaga keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

PIC Yayasan SPPG Badegan 001, Rudianto, menjelaskan keterlambatan pembayaran bermula dari ketidaksesuaian antara barang yang diterima dengan nota yang diajukan mitra dan suplayer.

Ketidaksesuaian tersebut membuat sejumlah nota harus dikembalikan untuk diperbaiki, sehingga proses pencairan dana mengalami penundaan.

“Setelah kami cek dan telusuri, ada nota yang tidak sesuai dengan barang yang datang. Nota tersebut kami kembalikan untuk diperbaiki, sehingga proses pembayaran memerlukan waktu,” kata Rudianto.

Ia menegaskan, persoalan tersebut murni bersifat teknis administrasi. Pihak yayasan juga mengakui kurang optimalnya komunikasi, sehingga persoalan internal berkembang ke ruang publik dan memicu persepsi keliru.

Sementara itu, Kepala SPPG Badegan 001, Sidik, mengaku tidak mengetahui adanya nota yang dipersoalkan karena dirinya tidak berhubungan langsung dengan mitra dan suplayer.

Menurut dia, setiap nota yang telah diproses di tingkat yayasan dan masuk ke mejanya langsung disetujui untuk pembayaran.

“Ketika nota sudah diproses di PIC yayasan dan masuk ke saya, saat itu juga langsung saya approve dan pembayaran langsung cair. Persoalan kemarin karena nota yang dipersoalkan belum sampai ke tangan saya,” ujar Sidik.

Sidik menambahkan, saat sebelumnya dimintai konfirmasi oleh awak media, dirinya berupaya menelusuri sumber persoalan agar dapat dilakukan pengecekan secara langsung.

Dalam pertemuan tersebut, pihak PIC Yayasan juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada Kepala SPPG Badegan 001 atas terjadinya miskomunikasi yang berdampak luas. 

Evaluasi internal, kata Rudianto, akan dilakukan untuk memperkuat alur kontrol dan komunikasi.

“Ini menjadi pelajaran penting tentang perlunya saling kontrol dan komunikasi agar kejadian serupa tidak terulang,” ucap Rudianto.

Sebelumnya, keluhan disampaikan oleh Satria Ahmad, suplayer telur mitra dapur SPPG Badegan 001 yang juga menjabat Ketua Pemuda Tani Kabupaten Ponorogo.

Ia mengaku mengalami keterlambatan pembayaran hingga dua nota. Menurut Satria, keterlambatan pembayaran sangat berdampak bagi pelaku UMKM yang memiliki keterbatasan permodalan.

Ia menilai, jika pembayaran terus mengalami keterlambatan, maka operasional usaha serta pasokan dapur Program Makan Bergizi Gratis berpotensi terganggu. (GJ01/Red)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar