-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
PROMOSIKAN BISNIS ANDA DISINI - HUBUNGI: +62 856-5561-5145

Polemik SPPG di Bawah Sarang Walet Disebut Tinggal Sejarah, Kepala SPPG Banyudono Pastikan Tak Ada Aktivitas Lain

SPPG 01 Banyudono, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. (Foto: doc. Gardajatim.com)
GARDAJATIM.COM:
Polemik terkait keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 01 Banyudono yang sempat disebut berada di bawah sarang burung walet disebut hanya tinggal histori.

Kepala SPPG 01 Banyudono, eks Pasar Lanang, Adelia menegaskan, bahwa saat ini tidak ada lagi aktivitas ekonomi lain di atas dapur SPPG tersebut.

Adelia menunjukkan langsung kondisi gedung kepada awak media untuk memastikan bahwa seluruh lantai di atas dapur sudah tidak digunakan.

“Semua aktivitas di lantai 2, 3, dan 4 sudah tidak ada. Jadi saat ini tidak ada lagi kegiatan di lantai tersebut seperti yang pernah diberitakan sebelumnya,” kata Adelia, Kamis, 5 Februari 2026.

Ia juga menepis kabar terkait suara burung yang disebut berasal dari gedung SPPG. Menurut Adelia, sumber suara tersebut bukan berasal dari bangunan yang digunakan SPPG.

“Kalau ada suara burung, itu bukan dari gedung kami. Sumbernya ada di depan gedung,” ujarnya.
Adelia menambahkan, pihaknya memahami dan berkomitmen menjalankan seluruh aturan serta standar yang telah ditetapkan dalam operasional SPPG.

Ia menegaskan, standar tersebut mencakup aspek higiene, sanitasi, keamanan pangan, hingga kelayakan bangunan.

“Kami memahami aturan dan standar yang berlaku. Semua kami jalankan sebagai bentuk tanggung jawab agar pelayanan sesuai dengan ketentuan,” kata Adelia.

Adelia juga menegaskan bahwa SPPG Banyudono 1 Ponorogo telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan.

Sertifikat tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa operasional dapur telah memenuhi standar kebersihan dan sanitasi yang dipersyaratkan.

“Kami sudah memiliki SLHS dari Dinas Kesehatan. Ini menunjukkan bahwa standar higiene dan sanitasi sudah kami penuhi sesuai ketentuan,” ujar Adelia.

SPPG 01 Banyudono mulai beroperasi pada 18 Januari 2026. Saat ini, layanan pemenuhan gizi diberikan kepada 2.070 siswa dari sembilan sekolah, mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PG/TK) hingga sekolah menengah kejuruan (SMK).

Adelia menjelaskan, jumlah tersebut belum maksimal karena sebagian siswa SMK masih menjalani praktik kerja lapangan (PKL).

“Untuk sementara kami melayani sembilan sekolah. Jumlah penerima masih bisa bertambah karena sebagian siswa SMK masih PKL,” katanya.

Adelia berharap operasional SPPG di Banyudono dapat terus berjalan lancar guna mendukung program prioritas Presiden Prabowo di bidang pemenuhan gizi.

Ia juga menyatakan pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan dari semua pihak.

“Kami siap menerima kritik dan saran agar pelayanan semakin baik,” tutupnya. (*)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar