-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●MARHABAN YAA RAMADAN - 1447 HIJRIAH●

Ribuan Santri Ikuti Wisuda Tahfidz Kemenag Ponorogo di Pendopo Kabupaten

Ribuan santri mengikuti prosesi wisuda tahfidz Al-Qur’an yang digelar Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo. (Foto: doc. Gardajatim.com)
GARDAJATIM.COM:
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ponorogo menggelar wisuda tahfidz Al-Qur’an yang diikuti ribuan santri dari berbagai jenjang pendidikan di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi ajang apresiasi sekaligus motivasi bagi para penghafal Al-Qur’an di wilayah tersebut.

Ketua Panitia, Nur Hamid, S.Pd.I., M.Pd mengatakan, wisuda tahfidz tahun ini diikuti 3.015 santri dari jenjang MI, MTs hingga MA se-Kabupaten Ponorogo.

Para peserta telah menyelesaikan hafalan mulai juz 1 hingga juz 30 dan dinyatakan lulus setelah melalui proses uji kompetensi oleh tim penguji yang berkompeten.

“Tujuan kegiatan ini untuk memberikan motivasi kepada para santri dan mendorong lahirnya generasi yang berakhlakul karimah,” ujar Nur Hamid dalam sambutannya.
Ketua Panitia, Nur Hamid, S.Pd.I., M.Pd.
Ia berharap para wisudawan dan wisudawati tidak berhenti pada seremoni, tetapi terus menjaga hafalan serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Plt Kepala Kantor Kemenag Ponorogo, H. Mohamad Thohari, S.Ag., M.H., menyebut kegiatan wisuda tahfidz penting sebagai bentuk apresiasi terhadap para hafidz dan hafidzah.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi santri lain yang belum menghafal Al-Qur’an.

“Kegiatan ini juga bagian dari penguatan pendidikan karakter agar nilai-nilai Al-Qur’an dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Thohari.
Plt Kepala Kantor Kemenag Ponorogo, H. Mohamad Thohari, S.Ag., M.H.
Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo, Hj. Lidyarita, S.H., yang membuka acara tersebut menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses menghafal Al-Qur’an.

“Wisuda ini bukanlah akhir, melainkan awal. Jagalah hafalan kalian dan jangan lalai dalam muraja’ah, karena mempertahankan hafalan jauh lebih sulit daripada menghafalnya,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi atas ketekunan para wisudawan. Menurut dia, capaian tersebut tidak diraih dengan mudah di tengah kesibukan belajar di sekolah.

“HEBAT! Bunda sangat bangga kepada kalian, anak-anakku para wisudawan dan wisudawati, yang telah menunjukkan ketekunan dan kesungguhan dalam menghafal Al-Qur’an,” katanya.
Plt Bupati Ponorogo, Hj. Lidyarita, S.H.
Lidyarita juga menekankan bahwa Al-Qur’an tidak hanya untuk dihafal dan dibaca, tetapi harus ditanamkan dalam hati serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi petunjuk dan benteng moral di masa depan.

Dalam kesempatan itu, ia menyebut Pemerintah Kabupaten Ponorogo sejak 2022 telah menjalankan program Perbup Ngaji yang mewajibkan lulusan SD dan SMP minimal hafal juz 30. Pada 2025, tercatat 4.217 siswa SMP dan 1.274 siswa SD telah diwisuda.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, lembaga pendidikan, dan masyarakat terus diperkuat agar program tahfidz dapat menjangkau lebih banyak peserta didik dan melahirkan generasi Qur’ani di Ponorogo.
Jajaran tamu undangan menghadiri wisuda tahfidz Al-Qur’an di Pendopo Kabupaten Ponorogo.
Selain jajaran Kementerian Agama, kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Forkopimda Ponorogo, Ketua MUI Ponorogo, para kepala madrasah, guru pembimbing tahfidz, serta orang tua santri.

Di akhir sambutannya, Lidyarita mengajak para santri untuk turut mendoakan Kabupaten Ponorogo agar senantiasa diberi keberkahan dan kemajuan. (Fjr)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar