-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●MARHABAN YAA RAMADAN - 1447 HIJRIAH●

Sinergi Pusat-Daerah, Bangkalan Bidik Industri Pengolahan Tebu dan Kelapa

Bupati Bangkalan Lukman Hakim dan Andi Faisal membahas percepatan pengembangan tebu dan kelapa di Bangkalan. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM:
Komitmen Pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam mendukung program prioritas Presiden di sektor ketahanan pangan kian mengerucut pada langkah konkret. Bersama pemerintah pusat, daerah ini mulai membidik pengembangan industri pengolahan tebu dan kelapa sebagai bagian dari percepatan swasembada gula dan hilirisasi hasil perkebunan di Jawa Timur.

Langkah tersebut mengemuka dalam pertemuan Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, dengan Kepala Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan Surabaya, Andi Faisal, di Pendopo Agung Bangkalan, Jumat, 20 Februari 2026.

Lukman mengatakan, sinergi ini diarahkan untuk memaksimalkan potensi lahan yang masih memungkinkan dikembangkan menjadi sentra perkebunan baru.

“Khusus di Jawa Timur ada arahan percepatan swasembada gula. Salah satunya melalui pembukaan lahan tebu baru, dan Bangkalan siap melaksanakan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, lahan untuk pengembangan tebu berada di Kecamatan Galis dan Tanah Merah. Sementara untuk komoditas kelapa, pemerintah daerah telah mengajukan sekitar 200 hektare sebagai tahap awal.

Menurut dia, pengembangan tidak berhenti pada budidaya, tetapi diarahkan hingga tahap industri pengolahan.

“Harapannya tidak hanya tanam. Kalau sudah berkembang besar, kita dorong sampai industri atau pabrik pengolahan. Dengan begitu nilai tambahnya kembali ke daerah dan petani,” kata Lukman.

Lanjut dia, Bangkalan memiliki peluang menjadi entitas baru dalam ekosistem ekonomi berbasis pangan. Ketersediaan lahan, dukungan kebijakan pusat, serta terbukanya pasar dinilai menjadi modal untuk mempercepat pertumbuhan sektor perkebunan.

Andi Faisal menyatakan kementerian siap mendukung pengembangan tersebut, terutama pada komoditas kelapa dan mente. Ia mengapresiasi kesiapan lahan yang telah disiapkan pemerintah daerah untuk tahap awal.

“Pak Bupati sudah menyiapkan kurang lebih 100 hektare untuk tahap awal. Program kami fokus pada kelapa dan mente. Mudah-mudahan petani semakin terangsang untuk melakukan perluasan,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah lanjutan yang akan dilakukan adalah peninjauan lapangan dan penyusunan proposal teknis, termasuk skema pelibatan petani dalam sistem kemitraan.

“Hari ini kita langsung ke lapangan. Semua ini intinya untuk petani. Kami siap mendukung,” kata Andi.

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan menjadi fondasi lahirnya kawasan perkebunan produktif di Bangkalan. Jika berjalan sesuai rencana, pengembangan tebu dan kelapa tidak hanya menopang ketahanan pangan nasional, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya industri pengolahan berbasis hasil perkebunan di wilayah tersebut.


Sumber: Pemkab Bangkalan
Editor: Redaksi

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar