-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
PROMOSIKAN BISNIS ANDA DISINI - HUBUNGI: +62 856-5561-5145

SPPG "Barokah" Sewulan Hadir, 2.900 Penerima Manfaat MBG di Dagangan Kini Terlayani Lebih Dekat

SPPG “Barokah” Sewulan resmi beroperasi, layani 2.900 penerima manfaat dan dorong ekonomi lokal.(Ist.)
GARDAJATIM.COM:
 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) “Barokah” resmi beroperasi di Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Selasa (10/2/2026), memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Madiun. 

Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat distribusi makanan bergizi bagi ribuan penerima manfaat di wilayah setempat.

SPPG “Barokah” dikelola oleh Yayasan Praja Kusuma Makmur di bawah binaan organisasi Garda Prabowo, dengan sasaran pelajar serta kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Kepala SPPG Desa Sewulan, Gilroy Rama Nainggolan, mengatakan operasional dapur gizi tersebut telah melalui koordinasi intensif dengan koordinator wilayah dan kecamatan. 

Berdasarkan pendataan awal, SPPG “Barokah” menargetkan sekitar 2.900 penerima manfaat.

“Insyaallah, SPPG Desa Sewulan akan mendukung pengiriman paket MBG di Kecamatan Dagangan. Total penerima manfaat kurang lebih 2.900 orang, mencakup 31 sekolah serta lima dusun untuk sasaran balita, ibu hamil, dan ibu menyusui,” ujar Gilroy.

Ia menegaskan keberhasilan program MBG membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan di tingkat lokal guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang optimal.

Perwakilan Garda Prabowo Pusat, Ir. Mustofa, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN). 

“Seluruh operasional dapur wajib mematuhi SOP BGN dan berkoordinasi dengan satuan tugas daerah. Tidak ada toleransi bagi pelaksanaan yang tidak sesuai standar,” tegas Mustofa.

Ia menyebutkan, Garda Prabowo saat ini telah mengoperasikan dapur MBG di Kecamatan Geger, Wungu, Gemarang, Dagangan (Sewulan), dan Mangunharjo. 

Secara keseluruhan terdapat 72 titik dapur MBG Garda Prabowo di Jawa Timur yang tersebar hampir di seluruh kabupaten/kota.

“Pesan Presiden Prabowo Subianto jelas, Garda Prabowo harus menjadi teladan. Jika tidak mampu memberi manfaat bagi masyarakat, maka lebih baik tidak dijalankan,” imbuhnya.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menyambut hangat peresmian tersebut. 

Ia menilai penambahan titik dapur akan menjamin kesegaran dan kualitas makanan karena jarak distribusi yang semakin dekat dengan sasaran. 

Selain fokus pada kesehatan, Bupati juga mewajibkan seluruh SPPG menyerap komoditas dari lingkungan sekitar. 

“Bahan baku wajib diambil dari potensi lokal, baik petani maupun pedagang setempat. Program ini tidak hanya menyehatkan anak-anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa dan menciptakan multiplier effect bagi masyarakat,” ujar Hari Wuryanto. (Tim/Red)


Editor: Redaksi

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar