-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●MARHABAN YAA RAMADAN - 1447 HIJRIAH●

Tak Sekadar Pindah Penduduk, Transmigrasi Disiapkan Jadi Basis Pertumbuhan UMKM Nasional

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM:
Program transmigrasi yang selama ini identik dengan perpindahan penduduk kini diarahkan menjadi basis pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) nasional.

Wamen Transmigrasi Indonesia, Viva Yoga Mauladi menegaskan, kawasan transmigrasi tidak lagi diposisikan semata sebagai sentra produksi pangan dan perkebunan, tetapi juga sebagai pusat pengembangan industri kreatif berbasis potensi lokal.

Menurut Viva Yoga, setiap kali kepala daerah berkunjung ke Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, mereka kerap membawa produk unggulan dari wilayah transmigrasi. Produk tersebut beragam, mulai dari kopi, cokelat, madu, dodol, keripik, hingga kerajinan bambu dan batik yang diolah langsung oleh pelaku UMKM setempat.

“Ini menunjukkan kawasan transmigrasi memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai sentra UMKM, bukan hanya pertanian dan perikanan,” ujar Viva di Jakarta, Jumat, 21 Februari 2025.

Ia mengatakan, antusiasme pemerintah kabupaten yang memiliki wilayah transmigrasi perlu difasilitasi melalui sinergi lintas kementerian dan kolaborasi dengan sektor swasta. Kementrans, kata dia, serius membangun ekosistem pembinaan, pelatihan, hingga perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM.

Salah satu upaya memperluas pasar dilakukan melalui partisipasi dalam Inacraft 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center. Dalam pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara itu, Kementrans memamerkan produk industri kreatif dari kawasan transmigrasi.

Menurut Viva, keikutsertaan dalam pameran tersebut membawa dua dampak sekaligus: membuka akses transaksi dan mengubah persepsi publik.

“Transmigrasi bukan sekadar memindahkan penduduk, tetapi juga mendorong kreativitas dan nilai tambah dari hasil lahan transmigrasi,” katanya.

Kementrans juga menjalin kerja sama pemasaran dengan Krisna Oleh-Oleh Bali, jaringan pusat oleh-oleh yang memiliki puluhan outlet di Bali dan Yogyakarta.

Viva menyebut, tingginya kunjungan wisatawan ke outlet tersebut menjadi peluang strategis bagi produk UMKM transmigrasi untuk menembus pasar ritel wisata.

Selain itu, kementerian ini telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Koperasi dan Kementerian UMKM untuk memperkuat pembinaan serta memperluas distribusi produk melalui koperasi dan lapak binaan.

Viva optimistis, dengan model kolaborasi tersebut, kawasan transmigrasi dapat menjelma menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

“Jika rantai pasok dan pasarnya kuat, dampaknya bukan hanya pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.

Transformasi orientasi transmigrasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong ekonomi berbasis komunitas dan potensi lokal, sekaligus menjawab tantangan pemerataan pembangunan antarwilayah. (Hms/Red)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar