-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●MARHABAN YAA RAMADAN - 1447 HIJRIAH●

Uji Coba Biosaka di TPA Mrican, DPRD Klaim Bau Hilang dalam Hitungan Menit

Anggota DPRD Ponorogo Mukridon Romdloni bersama perwakilan DLH meninjau area tumpukan sampah di TPA Mrican. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM:
Uji coba cairan Biosaka N Level 1 di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mrican, Ponorogo, diklaim mampu menghilangkan bau menyengat dalam hitungan menit. Inisiatif ini digagas anggota DPRD Kabupaten Ponorogo dari Fraksi NasDem, Mukridon Romdloni, sebagai respons atas keluhan warga sekitar yang selama ini terdampak aroma tak sedap dari gunungan sampah.

Uji coba dilakukan pada Rabu, 18 Februari 2026, dengan menyemprotkan cairan Biosaka N Level 1 ke tumpukan sampah di TPA Mrican. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Mrican Sidik Purnomo, warga sekitar, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo.

“Saya gelisah melihat kondisi TPA Mrican. Bau menyengat setiap hari dirasakan warga. Tapi bukan hanya itu, persoalan air lindi juga harus menjadi perhatian serius,” ujar Mukridon.

Menurut dia, hasil penyemprotan menunjukkan perubahan signifikan. Bau yang sebelumnya menyengat disebut berkurang drastis tak lama setelah cairan disemprotkan. Namun, Mukridon menegaskan target penggunaan Biosaka bukan sekadar menghilangkan aroma tak sedap.

“Target kami jelas. Menghilangkan bau menyengat, menetralisir air lindi, dan mencegah air lindi masuk ke dalam tanah yang menjadi konsumsi warga. Dan jawabannya ada di Biosaka N Level 1,” katanya.

Air lindi merupakan cairan hasil pembusukan sampah yang berpotensi mencemari tanah dan air tanah jika tidak dikelola dengan baik.

Di tengah kondisi TPA yang disebut sudah overload, kekhawatiran terhadap pencemaran lingkungan menjadi sorotan utama.

Mukridon berharap, ke depan seluruh petugas kebersihan baik pemerintah maupun swasta, dapat dilengkapi dengan cairan Biosaka agar penanganan bau sampah dapat dilakukan lebih cepat dan merata.

Biosaka N Level 1 sebelumnya dikenal dalam praktik pertanian. Dalam uji coba di TPA Mrican, cairan ini diklaim efektif menekan bau sampah.

Meski demikian, efektivitasnya dalam menetralisir air lindi serta dampak jangka panjang terhadap lingkungan masih memerlukan kajian lebih lanjut dari pemerintah daerah dan instansi teknis terkait.

Tak berhenti di TPA, pada hari yang sama penyemprotan Biosaka juga dilakukan di sejumlah TPS3R di Ponorogo. Kegiatan itu diprakarsai oleh Adhi dari DLH Kabupaten Ponorogo sebagai bagian dari uji lanjutan efektivitas teknologi tersebut di tingkat pengelolaan sampah skala lingkungan. (Red)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar