-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
PROMOSIKAN BISNIS ANDA DISINI - HUBUNGI: +62 856-5561-5145

Yayasan Para Mitra Indonesia Dorong Integrasi Program I-SEE di 48 Madrasah Kabupaten Madiun

Yayasan Para Mitra Indonesia menggandeng 48 kepala madrasah di Kabupaten Madiun untuk memperkuat deteksi dini gangguan penglihatan siswa melalui Program I-SEE. (Mah)
GARDAJATIM.COM: Yayasan Para Mitra Indonesia terus memperkuat implementasi Program I-SEE (Kesehatan Mata) di lingkungan pendidikan.

Terbaru, yayasan tersebut menggelar pertemuan bersama 48 kepala madrasah se-Kabupaten Madiun di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Madiun, Selasa (10/2/2026).

Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan program kesehatan mata ke dalam kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di madrasah.

Koordinator I-SEE wilayah Kabupaten Madiun, Muhammad Sulaiman, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya sistematis yayasan dalam mendorong deteksi dini gangguan penglihatan pada anak usia sekolah.

“Kami mengundang 48 kepala madrasah dengan harapan program kesehatan mata ini bisa terintegrasi dalam UKS, sehingga bisa berjalan berkelanjutan di sekolah,” ujarnya.

Sebanyak 48 kepala madrasah yang hadir terdiri dari 38 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan 10 Madrasah Aliyah (MA). 

Melalui forum ini, Yayasan Para Mitra Indonesia mendorong kepala madrasah untuk menindaklanjuti program dengan pelatihan guru di masing-masing satuan pendidikan.

Pelatihan tersebut difokuskan pada kemampuan guru melakukan skrining sederhana gangguan penglihatan. 

Langkah ini dinilai penting mengingat tingginya kasus kelainan refraksi pada anak sekolah.

Sebelumnya, yayasan telah melatih 147 guru. Pada tahun 2026 ini, ditargetkan tambahan 97 guru akan mengikuti pelatihan, terdiri atas 48 guru di bawah naungan Kemenag dan 49 guru dari Dinas Pendidikan.

Tak hanya pelatihan, Yayasan Para Mitra Indonesia juga menyiapkan dukungan kacamata gratis bagi siswa yang membutuhkan, khususnya bagi mereka yang tidak memiliki BPJS Kesehatan.

Adapun alur layanan dimulai dari pemeriksaan awal oleh guru di sekolah. 

Siswa yang terindikasi mengalami gangguan penglihatan akan dirujuk ke Puskesmas melalui pemberitahuan kepada orang tua. 

Bagi siswa yang memiliki BPJS, akses layanan dilakukan melalui skema jaminan tersebut, sementara siswa tanpa BPJS akan didukung melalui program bantuan kacamata gratis dari yayasan.

Program ini mendapat dukungan dari Kemenag Kabupaten Madiun. 

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Plt. Kasubag Tata Usaha Kemenag Kabupaten Madiun, Muhammad Tafrikhan, S.Ag., M.Si., yang mengapresiasi kolaborasi tersebut.

Ia menilai program kesehatan mata ini relevan dengan kondisi anak-anak saat ini yang semakin rentan mengalami gangguan penglihatan, sehingga peran guru dalam deteksi dini menjadi sangat penting.

Melalui kolaborasi ini, Yayasan Para Mitra Indonesia berharap tercipta sistem deteksi dini gangguan penglihatan yang terstruktur di madrasah, sehingga proses belajar siswa tidak terganggu dan kualitas pendidikan semakin meningkat. (@Mah)


Editor: Redaksi

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar