![]() |
| Petugas Rutan Ponorogo melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung sesuai dengan SOP. |
GARDAJATIM.COM: Suasana hangat Idul Fitri masih terasa kuat pada hari kedua Lebaran 1447 Hijriah di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Ponorogo, Minggu (22/3). Layanan kunjungan bagi keluarga warga binaan kembali dibuka dengan pelaksanaan yang tertib, aman, dan mengedepankan pendekatan humanis.
Kunjungan dibagi dalam dua sesi, yakni sesi pagi pukul 08.00–12.00 WIB dan sesi siang pukul 13.00–15.00 WIB.
Seluruh alur pelayanan terpusat melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), mulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan barang, hingga pelaksanaan kunjungan di area yang telah ditentukan.
Untuk memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan, Rutan Ponorogo juga bersinergi dengan aparat kepolisian setempat.
Kehadiran personel pengamanan membantu menjaga suasana tetap kondusif, sehingga para pengunjung dapat menjalani momen silaturahmi dengan rasa aman.
Berdasarkan data, sebanyak 55 warga binaan menerima kunjungan pada hari kedua Lebaran. Jumlah pengunjung tercatat mencapai 176 orang, terdiri dari 61 pria, 82 wanita, dan 33 anak-anak yang turut memeriahkan suasana kebersamaan.
Kepala Rutan Ponorogo, M. Agung Nugroho, menyampaikan bahwa layanan kunjungan hari raya merupakan bagian dari komitmen dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
Ia menegaskan, pihaknya berupaya menghadirkan suasana yang nyaman sekaligus tetap menjaga ketertiban.
“Momentum Idul Fitri ini menjadi sarana penting bagi warga binaan untuk kembali terhubung dengan keluarga. Kami memastikan layanan berjalan aman, tertib, dan humanis agar momen kebersamaan ini dapat dirasakan dengan baik,” ujarnya.
Di area kunjungan, terlihat suasana penuh haru dan kebahagiaan. Para keluarga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melepas rindu, berbincang hangat, hingga berbagi cerita setelah sekian waktu terpisah.
Senyum dan pelukan menjadi pemandangan yang mendominasi, mencerminkan kuatnya ikatan keluarga di tengah keterbatasan.
Petugas Rutan pun tampak sigap mengatur jalannya kunjungan, sekaligus memberikan pelayanan yang ramah kepada para pengunjung.
Seluruh proses berlangsung sesuai prosedur tanpa mengurangi esensi kemanusiaan dalam pelayanan.
Dengan pelaksanaan yang tertib dan humanis ini, layanan kunjungan Lebaran di Rutan Ponorogo diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memberikan dukungan moral bagi warga binaan dalam menjalani masa pembinaan. (Hms/Red)
