-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

SMPN 1 Sawoo Masih Kekurangan 83 Murid, Pendaftaran Offline Dibuka untuk Selamatkan Kuota SPMB 2026

SMPN 1 Sawoo Ponorogo membuka pendaftaran offline SPMB 2026 setelah masih kekurangan 83 murid. Jalur ini diharapkan mampu memenuhi kuota sekolah.
Gerbang SMPN 1 Sawoo, Ponorogo. Sekolah membuka pendaftaran offline SPMB 2026 untuk mengisi kuota yang masih kosong. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM: Pembukaan pendaftaran secara offline pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 mulai menjadi ujian bagi sejumlah SMP negeri di Kabupaten Ponorogo.

Di antara sekolah yang masih kekurangan peserta didik, SMP Negeri 1 Sawoo menjadi salah satu dengan jumlah kursi kosong terbanyak, yakni mencapai 83 siswa.

Kepala SMPN 1 Sawoo, Susanto, mengatakan pendaftaran offline mulai dibuka pada Selasa, 30 Juni 2026.

Langkah tersebut diambil untuk memberi kesempatan kepada lulusan sekolah dasar yang belum mengikuti seleksi daring atau belum memperoleh sekolah pada tahapan sebelumnya.

"Hari ini sudah bisa melakukan pendaftaran offline," kata Susanto saat dikonfirmasi, Selasa, 30 Juni 2026.

Ia menjelaskan, calon peserta didik yang ingin mendaftar harus berusia maksimal 15 tahun per 1 Juli 2026, memiliki ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL) SD sederajat, serta melampirkan Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran.

Menurut Susanto, mekanisme offline diharapkan mampu mengisi kekosongan rombongan belajar sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Apabila jumlah siswa tidak bertambah, sekolah berpotensi menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan jumlah peserta didik yang jauh di bawah kapasitas.

"Kami berharap sampai tahun ajaran baru nanti kekurangan murid bisa terpenuhi," ujarnya.

Fenomena serupa juga terjadi di SMP Negeri 2 Pulung. Sekolah tersebut masih kekurangan 48 peserta didik dan telah membuka pendaftaran secara offline.

Kepala SMPN 2 Pulung, Heri Sugianto, berharap jalur offline dapat dimanfaatkan masyarakat sehingga kuota yang belum terisi dapat segera terpenuhi.

"SMPN 2 Pulung kekurangan 48 murid, semoga dapat terpenuhi melalui pendaftaran offline," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo yang juga Ketua Panitia SPMB 2026, Farida Nurani, menyatakan pendaftaran offline memang disiapkan sebagai solusi bagi SMP negeri yang belum memenuhi daya tampung.

Menurut Farida, jalur tersebut ditujukan untuk mengakomodasi calon peserta didik yang belum mengikuti pendaftaran online maupun yang belum diterima pada tahapan sebelumnya.

Dinas Pendidikan berharap seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh akses pendidikan sekaligus membantu sekolah yang masih memiliki banyak kursi kosong sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. (Tim/Fjr)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar