-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 REPUBLIK INDONESIA🇮🇩

Rutan Ponorogo Gandeng KCP BRI Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Petugas Rutan Kelas IIB Ponorogo mengikuti sosialisasi public speaking dan service excellent bersama BRI KCP Kota Ponorogo. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM: Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo menggandeng BRI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kota Ponorogo untuk meningkatkan kompetensi petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi public speaking dan service excellent di Rutan Ponorogo, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kunjungan Rutan Ponorogo itu diikuti seluruh staf. Materi disampaikan Rinto Sugiharto, Supervisor Operasional Layanan BRI KCP Kota Ponorogo, yang memberikan pembekalan mengenai komunikasi efektif dan penerapan pelayanan prima.

Rinto menjelaskan, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu unsur penting dalam pelayanan publik. Petugas tidak hanya dituntut menyampaikan informasi secara jelas, tetapi juga perlu membangun komunikasi yang sopan, percaya diri, dan mudah dipahami.

Dalam sesi public speaking, peserta mendapatkan pemahaman mengenai cara membangun komunikasi yang efektif dalam berinteraksi dengan masyarakat. Materi juga menekankan pentingnya memperhatikan cara penyampaian pesan agar komunikasi tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi juga menciptakan hubungan yang saling menghargai.

Salah satu materi yang diperkenalkan ialah konsep magic words, yaitu penggunaan kata “maaf”, “tolong”, dan “terima kasih”. Tiga ungkapan tersebut dinilai sederhana, tetapi dapat membantu menciptakan suasana komunikasi yang lebih positif.

Menurut Rinto, kata “maaf” menunjukkan sikap terbuka ketika terjadi kesalahan, “tolong” mencerminkan penghargaan ketika meminta bantuan, sedangkan “terima kasih” merupakan bentuk apresiasi terhadap bantuan atau pelayanan yang diberikan.

Materi berikutnya membahas service excellent atau pelayanan prima. Peserta diajak memahami pentingnya memberikan pelayanan yang ramah, responsif, profesional, dan tetap menghormati masyarakat sebagai pengguna layanan.

“Pelayanan yang baik bukan hanya tentang menyelesaikan kebutuhan masyarakat, tetapi juga tentang bagaimana kita berkomunikasi dan memberikan kesan yang baik. Hal-hal sederhana seperti mengucapkan maaf, tolong, dan terima kasih dapat menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan yang humanis,” kata Rinto.

Pembekalan kemudian dilanjutkan dengan praktik di Ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Rutan Ponorogo.

Peserta menerapkan teknik komunikasi dan prinsip pelayanan prima melalui simulasi berbagai situasi yang dapat ditemui ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Praktik tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan karena petugas dapat langsung menerapkan materi yang telah diterima.

Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pemahaman teori, tetapi juga pada kemampuan menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari.

Kepala Rutan Kelas IIB Ponorogo Muhammad Agung Nugroho mengatakan, peningkatan 

kualitas pelayanan harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi petugas. Menurut dia, pelayanan publik tidak cukup hanya mengandalkan prosedur, tetapi juga membutuhkan kemampuan petugas dalam berkomunikasi dengan masyarakat.

“Pelayanan yang baik tidak hanya ditentukan oleh prosedur, tetapi juga bagaimana petugas berkomunikasi dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh jajaran semakin mampu memberikan pelayanan yang profesional, ramah, dan humanis,” ujarnya.

Agung berharap materi yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan pelayanan di Rutan Ponorogo.

Penguatan kompetensi petugas diharapkan turut mendukung terciptanya pelayanan yang lebih responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Kerja sama dengan BRI KCP Kota Ponorogo menjadi salah satu bentuk penguatan kapasitas petugas melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman di bidang pelayanan.

Rutan Ponorogo menargetkan prinsip komunikasi efektif dan pelayanan prima dapat menjadi bagian dari budaya kerja jajaran dalam menjalankan tugas.
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar