GAC Aion Siapkan Peluncuran 7 Mobil Listrik di Indonesia hingga 2026, Pertimbangkan Pembangunan Pabrik Lokal

GAC Aion Siapkan Peluncuran 7 Mobil Listrik di Indonesia hingga 2026. (Foto: kumparan/Angelina Anjar)

GARDAJATIM.COM: Produsen otomotif asal China, GAC Aion, mengumumkan rencana ambisius untuk meluncurkan tujuh mobil listrik di Indonesia hingga tahun 2026.

Setiap tahun, GAC Aion akan menghadirkan satu hingga dua model baru untuk pasar Indonesia. Tahap awal dari rencana ini akan dimulai pada Juni 2024 dengan peluncuran Y Plus.

Dilansir dari Kumparan.com, Vice President of Aion Indonesia, Qin Bangshu, saat ditemui di Guangzhou, China, pada Senin (27/5) malam, menyatakan bahwa GAC Aion mempertimbangkan untuk membangun pabrik di Indonesia guna memenuhi target tersebut.

Saat ini, GAC Aion sedang membangun pabrik di Thailand, yang akan menjadi basis produksi mereka di luar China yang pertama.

Qin mengungkapkan bahwa beberapa dari tujuh model mobil listrik yang akan diluncurkan di Indonesia akan diproduksi secara lokal.

"Misalnya, mobil dengan 7 penumpang, tentu akan diproduksi di Indonesia," ujar Qin.

Menurutnya, mobil 7 penumpang ini dirancang khusus untuk pasar Indonesia, mengingat mayoritas masyarakat Indonesia menggunakan mobil untuk berkendara bersama keluarga.

Qin menjelaskan, bahwa pembangunan pabrik GAC Aion di Indonesia akan dilakukan dalam dua fase. Pada fase pertama, GAC Aion akan memanfaatkan pabrik yang sudah ada milik Indomobil.

Pada awal April 2024, GAC Aion telah menandatangani kerja sama dengan jaringan distributor otomotif Indomobil Group untuk memasuki pasar Indonesia.

Pada fase kedua, GAC Aion berencana membangun pabrik manufaktur baru di Indonesia untuk mendukung target ekspornya. Rencana ini saat ini masih dalam tahap pembahasan.

"Mungkin antara 2-6 tahun ke depan. Kita lihat saja. Yang pasti, kami akan mengikuti regulasi pemerintah," kata Qin.

Ma Haiyang, Managing Director of GAC Aion South East Asia, menjamin bahwa pabrik GAC Aion di Indonesia nantinya akan memiliki kualitas setara dengan pabrik di Guangzhou maupun Thailand. 

Engineer dari China akan ditempatkan untuk mengelola pabrik di Indonesia. Namun, di tahap awal, kapasitas produksi pabrik di Indonesia tidak akan sebesar pabrik di Guangzhou, yang saat ini mampu memproduksi hingga 3 juta mobil per tahun.

"Pelan-pelan saja, seiring dengan penjualan yang naik, produksi bisa naik dan pabrik bisa membesar," ujar Ma Haiyang.

Rencana ambisius ini menunjukkan komitmen GAC Aion untuk memperluas pasar mobil listrik di Indonesia, sekaligus berkontribusi dalam upaya global mengurangi emisi karbon. **

0/Post a Comment/Comments

Garda Jatim
Garda Jatim