-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-80 TAHUN - PROMOSIKAN BISNIS ANDA DISINI - HUBUNGI: 0821 3105 7771

Jelajah Kampung Pesilat W-MOR: Off-Road Ekstrem di Gunung Pandan, Dongkrak Wisata Utara Madiun

Perdana Digelar, Event Off-Road Libatkan Ratusan Peserta dan Jadi Bagian Perayaan Hari Bhayangkara ke-79 dan Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-457 | Sabtu 5 Juli 2025 | Foto: Ist
GARDAJATIM.COM : Suasana berbeda terasa di lereng Gunung Pandan, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Sabtu (5/7/2025). 

Ratusan mesin off-road meraung memecah alam, menandai dimulainya event perdana Jelajah Kampung Pesilat W-MOR, yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-79 dan Hari Jadi ke-457 Kabupaten Madiun.

Acara ini menjadi magnet bagi komunitas offroader dari berbagai penjuru tanah air. 

Tak kurang dari 217 peserta hadir dari kota-kota besar seperti Bekasi, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Banyuwangi hingga Jember.

Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto, diiringi pembukaan khas pencak silat—identitas budaya lokal “Kampung Pesilat”. 

Hadir pula jajaran Forkopimda, mulai dari Kapolres AKBP Zainur Rofik, Dandim, Kajari, Danlanud Iswahjudi, Ketua DPRD, hingga para kepala OPD.

“Ini adalah event perdana. Tahun ini 200 peserta, tahun depan saya harap bisa 500. Gunung Pandan punya potensi luar biasa,” ungkap Bupati Madiun, Hari Wuryanto.

Event ini menyuguhkan tiga jalur medan berbeda: lintasan ekstrem A dan B serta jalur fun 4x4. Peserta melintasi rute yang membelah empat desa di Kecamatan Pilangkenceng, yakni Gandul, Kenongorejo, Bulu, dan Duren. 

Rangkaian kegiatan ditutup dengan berkemah di wisata alam Kedungbrubus yang kini tengah digalakkan kembali potensinya.

Lebih dari sekadar tantangan fisik, kegiatan ini juga mengandung nilai sosial. Para offroader menggelar bakti sosial di Desa Kebonduren, wilayah rawan banjir, dengan menyalurkan 300 paket sembako dan bibit pohon mangga serta alpukat kepada warga.

“Tak sekadar adu nyali, tapi juga berbagi,” kata Ketua Penyelenggara, Dwi Putro Raharjo.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Madiun memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan potensi wisata utara, yang selama ini kurang mendapat eksposur. 

Bupati menegaskan bahwa wilayah selatan sudah cukup sering digarap, kini giliran utara diberi panggung.

“Kalau wilayah selatan sudah sering digarap, sekarang saatnya utara unjuk gigi. Kita punya banyak destinasi seperti Gunung Pandan, Pancur Pitu, hingga area paralayang Klangon. Tinggal kita kemas dan promosikan,” tegasnya.

Apresiasi juga datang dari Kapolres Madiun, AKBP Zainur Rofik, yang melihat kegiatan ini sebagai sarana membangun sinergi dan memperkuat solidaritas antarkomunitas.

“Event ini luar biasa. Bukan hanya mempererat silaturahmi antar-offroader, tapi juga memperkaya khazanah wisata dan solidaritas di Kabupaten Madiun. Saya harap agenda ini bisa jadi tradisi tahunan,” ujarnya.

Sebagai penutup, Bupati mengajak seluruh elemen, terutama media, untuk ikut mendorong agar potensi wisata di Kabupaten Madiun, khususnya di wilayah utara bisa dikenal luas dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semoga event ini membawa dampak langsung bagi kesejahteraan warga. Kami minta dukungan semua pihak, terutama media, untuk mem-blow up potensi ini. Mari jadikan Kabupaten Madiun bukan hanya dilirik, tapi juga disinggahi,” pungkasnya. (Arg/Tim)

Editor: Redaksi 
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar