25 Perguruan Unjuk Jurus, IPSI Ponorogo Resmi Berganti Nahkoda
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Pengurus IPSI Kabupaten Ponorogo masa bhakti 2025–2029 berfoto bersama usai prosesi pelantikan di Pendopo Kabupaten Ponorogo. (Foto: Sinyalponorogo) |
Gelaran yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Sabtu (17/1/2026) itu, sekaligus menandai resmi bergantinya kepemimpinan IPSI Ponorogo.
Beragam jurus dan seni bela diri ditampilkan para pesilat dari berbagai aliran di hadapan tamu undangan, pengurus IPSI, serta perwakilan IPSI Provinsi Jawa Timur.
Atraksi tersebut memperlihatkan kekayaan tradisi pencak silat, sekaligus menjadi simbol kebersamaan 25 perguruan di bawah satu wadah organisasi.
Prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan pengukuhan kepengurusan IPSI Kabupaten Ponorogo 2025–2029, dan diserahkan oleh Wakil Ketua I IPSI Jawa Timur, Ir. Tono Suharyanto.
Dalam kesempatan itu, Miseri Effendi, S.H., M.H., resmi dilantik sebagai Ketua IPSI Kabupaten Ponorogo.
Sementara Ketua IPSI periode sebelumnya, Dr. H. Ali Mufthi, S.Ag., M.Si., dipercaya masuk dalam jajaran Dewan Pertimbangan.
Usai pelantikan, Miseri Effendi menegaskan komitmennya membawa IPSI Ponorogo beradaptasi dengan perkembangan zaman.
![]() |
| Atraksi pencak silat dari 25 perguruan mewarnai prosesi pelantikan kepengurusan IPSI Kabupaten Ponorogo. |
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembentukan bidang kreatif dan digitalisasi, yang disebutnya sebagai terobosan baru dalam pengelolaan organisasi pencak silat di Ponorogo.
“Pencak silat tidak hanya soal prestasi, tetapi juga soal bagaimana nilai budaya dan semangatnya dikemas secara kreatif serta adaptif terhadap perkembangan digital,” kata Miseri.
Selain itu, IPSI Ponorogo merencanakan penyelenggaraan festival pencak silat yang melibatkan seluruh perguruan.
Agenda tersebut diharapkan menjadi ruang ekspresi, kolaborasi, sekaligus sarana promosi budaya pencak silat kepada masyarakat luas.
Kehadiran pengurus IPSI Jawa Timur serta figur-figur senior, termasuk Dr. H. Ali Mufthi, dinilai menjadi energi baru bagi kepengurusan IPSI Ponorogo.
Dengan total 25 perguruan pencak silat yang bernaung, IPSI dituntut mampu membangun kolaborasi yang solid demi melahirkan prestasi berkelanjutan.
Pengurus baru menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya yang dinilai telah meletakkan fondasi pembinaan atlet pencak silat di Ponorogo.
“Ini bukan sekadar seremonial. Ada tanggung jawab besar yang harus dijalankan oleh 91 pengurus untuk memajukan pencak silat Ponorogo,” ujar Miseri.
Ke depan, IPSI Ponorogo menargetkan penguatan pembinaan atlet usia dini hingga senior, dengan orientasi prestasi di tingkat regional, nasional, hingga internasional. Di sisi lain, pelestarian nilai budi pekerti luhur dan budaya pencak silat tetap menjadi pijakan utama dalam setiap program yang dijalankan. (*)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...


