-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
PROMOSIKAN BISNIS ANDA DISINI - HUBUNGI: +62 856-5561-5145

Banjir Ponorogo Rendam Sawah, BBWS Solo Turunkan Mobile Flood Pump

Tim BBWS Bengawan Solo mengoperasikan mobile flood pump untuk menyedot genangan air. (Foto: doc. Gardajatim.com)
GARDAJATIM.COM:
Sejumlah lahan persawahan di Kabupaten Ponorogo terendam banjir akibat luapan sungai menyusul hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Kamis sore hingga Jumat dini hari. Menyikapi kondisi tersebut, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menurunkan mobile flood pump untuk mempercepat penanganan genangan air.

Penanganan banjir dilakukan di area persawahan Desa Pengkol, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Sabtu, 3 Januari 2026. Sebanyak 11 tim dari BBWS Bengawan Solo wilayah Madiun diterjunkan ke lokasi bersama satu unit mobile flood pump (MFP) 900 yang disiagakan untuk menyedot air genangan.

Koordinator Lapangan BBWS Bengawan Solo wilayah Ponorogo, Mijiono, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari program pengendalian banjir Bengawan Solo untuk meringankan dampak yang dirasakan masyarakat, khususnya petani.

“Kami melakukan penyedotan air genangan banjir di area persawahan, kemudian mengalihkan aliran air ke sungai-sungai kecil di sekitar lokasi agar genangan bisa segera surut,” kata Mijiono.
Petugas BBWS Bengawan Solo saat penanganan banjir di persawahan Desa Pengkol, Ponorogo.
Ia menjelaskan, kapasitas mobile flood pump yang digunakan mencapai sekitar 250 liter per detik. Menurut dia, genangan air di Desa Pengkol dipicu luapan Sungai Pelem Bungkal di wilayah hulu yang tidak mampu menampung debit air hujan.

Akibat luapan tersebut, lahan pertanian warga yang ditanami padi berusia sekitar 30 hari terendam air. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada pertumbuhan tanaman apabila genangan berlangsung dalam waktu lama.

Selain penanganan darurat, BBWS Bengawan Solo juga menyiapkan langkah lanjutan untuk mengurangi risiko banjir berulang.

Mijiono menyebutkan, normalisasi Sungai Muneng di Desa Muneng akan dilakukan karena lokasi persawahan yang terdampak berada dekat dengan aliran sungai tersebut.

“Persawahan ini berdekatan dengan Sungai Muneng dan akan dilakukan normalisasi sungai sebagai upaya pengendalian banjir agar luapan tidak kembali terjadi,” ujarnya.
BBWS Bengawan Solo menyatakan penerjunan tim dilakukan setelah hasil pemantauan menunjukkan banjir di sejumlah titik di Ponorogo berdampak signifikan terhadap lahan pertanian dan aktivitas warga.

Banjir di beberapa wilayah Kabupaten Ponorogo terjadi setelah curah hujan tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi area permukiman serta persawahan. (*)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar