Dana TJSL Rp778 Juta Disalurkan untuk Pendidikan hingga Kesehatan oleh KAI Daop 7 Madiun
GARDAJATIM.COM: Sepanjang tahun 2025, dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar Rp778.634.000 disalurkan kepada masyarakat oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun melalui Program Bina Lingkungan (BL).
KAI Daop 7 Madiun menyalurkan dana TJSL sebesar Rp778 juta sepanjang 2025 untuk mendukung program pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta fasilitas umum bagi masyarakat. (Foto: Humas KAI)
Realisasi penyaluran dana TJSL tersebut mengalami peningkatan 16,8 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp666.396.000.
Kenaikan ini menegaskan keberlanjutan komitmen KAI Daop 7 Madiun dalam memperluas manfaat sosial bagi masyarakat di sekitar jalur perkeretaapian.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan bahwa sepanjang 2025 penyaluran dana TJSL oleh KAI Daop 7 Madiun difokuskan pada sejumlah sektor strategis yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Penyaluran bantuan difokuskan pada bidang pendidikan, sosial dan keagamaan, lingkungan, kesehatan, serta pengembangan fasilitas umum,” ujar Tohari, Selasa (13/1/2026).
Pada sektor pendidikan, bantuan diarahkan untuk pengembangan sarana dan prasarana pendidikan sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
Di bidang sosial dan keagamaan, bantuan diberikan untuk pembangunan maupun perbaikan tempat ibadah.
Sementara itu, di sektor lingkungan, KAI Daop 7 Madiun menjalankan program Green Station serta gerakan penanaman sejuta pohon guna menjaga kelestarian lingkungan.
Pada sektor kesehatan, perusahaan turut memberikan dukungan terhadap peningkatan layanan kesehatan masyarakat, termasuk dukungan nyata pada program penurunan angka stunting.
Selain itu, dana TJSL juga dimanfaatkan untuk pengembangan fasilitas umum demi menunjang kenyamanan masyarakat luas.
“Program TJSL ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sosial di sekitar wilayah operasional. Kami memastikan bantuan ini akan terus berlanjut setiap tahunnya, dengan penyesuaian terhadap kebutuhan masyarakat serta kemampuan perusahaan,” tegas Tohari.
Lebih lanjut, Tohari menjelaskan bahwa Program Bina Lingkungan tidak hanya berorientasi pada bantuan fisik, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pemerintah daerah melalui sinergi pembangunan.
“Melalui sinergi ini, KAI berharap dapat mempererat hubungan dengan masyarakat serta pemerintah daerah di sepanjang wilayah operasionalnya guna mendukung kelancaran dan keberlanjutan bisnis perkeretaapian,” tutur Tohari.
Ia menambahkan bahwa peran KAI saat ini melampaui fungsi sebagai penyedia jasa transportasi semata.
“KAI tidak hanya berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang andal dan aman, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kehadiran KAI diharapkan membawa dampak positif yang berkelanjutan, terutama dalam aspek kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial,” pungkas Tohari. (Hms/Mah)
Editor: Redaksi