Dari Dojo ke SEA Games, Ju-jitsu Ponorogo Kian Mendunia
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Muryanto, S.IP., Ketua umum IJI/PBJI Kabupaten Ponorogo. |
Olahraga bela diri asal Jepang, ju-jitsu, kian mendapatkan tempat istimewa di hati masyarakat Ponorogo. Animo yang terus meningkat itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Muryanto, S.IP, atau yang akrab disapa Mberu, Ketua Umum Institut Jujitsu Indonesia (IJI) / PBJI Kabupaten Ponorogo yang menjabat selama 8 tahun.
Menurut Muryanto, perkembangan ju-jitsu di Bumi Reog melesat pesat, meski tergolong pendatang baru dibanding cabang olahraga lainnya. Anggota sekarang mencapai puluhan ribu, setiap 4 bulan ukt itu sampai ratusan.
Awal mula bela diri ini bernama Bantaran Angin yang berdiri di Ponorogo tahun 1942 dan pada tahun 1981 berganti nama IJI.
Ju-jitsu resmi bergabung dengan KONI Ponorogo pada tahun 2020, namun dalam kurun waktu lima tahun, prestasinya justru melampaui banyak cabang olahraga senior.
"Kalau bicara usia memang baru. Tapi kalau bicara prestasi, ju-jitsu Ponorogo tidak kalah. Bahkan sudah membawa nama Ponorogo di tingkat regional, provinsi, nasional hingga internasional,” ujar Muryanto kepada awak media, Sabtu, 3/1/2026.
Di bawah kepemimpinannya, ju-jitsu Ponorogo menunjukkan grafik peningkatan signifikan, baik dari sisi jumlah anggota maupun torehan prestasi. Saat ini, tercatat sekitar 60 dojo tersebar di berbagai kecamatan di Ponorogo. Dojo-dojo inilah yang menjadi kawah candradimuka lahirnya atlet-atlet berprestasi.
Hasilnya nyata. Dalam hampir setiap kejuaraan, atlet ju-jitsu Ponorogo selalu menyumbangkan medali. Prestasi paling membanggakan datang dari Steefanny Kinky Henandita, atlet ju-jitsu asal Ponorogo yang berhasil mempersembahkan medali perunggu untuk Indonesia pada SEA Games 2025 di Thailand.
Prestasi tersebut tak hanya mengharumkan nama Indonesia, tetapi juga mengangkat nama Bumi Reog Ponorogo di level internasional.
Pemerintah Kabupaten Ponorogo bersama KONI pun memberikan apresiasi dan reward sebagai bentuk dukungan atas capaian luar biasa tersebut.
“Ini kebanggaan besar bagi Ponorogo. Prestasi ,” tegas Mberu.
Seiring prestasi yang terus menanjak, Muryanto menilai sudah saatnya ju-jitsu Ponorogo memiliki sarana dan prasarana yang lebih representatif, terutama padepokan atau markas latihan terpusat.
Selama ini, latihan masih dilakukan di dojo-dojo yang tersebar dan sebagian belum ideal. Ke depan, ia berharap Ponorogo memiliki padepokan ju-jitsu yang layak, sebagai pusat pembinaan atlet jangka panjang.
Sebagai Ketua Umum IJI/PBJI Ponorogo sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Ponorogo dari Fraksi Golkar, yang juga dipercaya menjabat Ketua Fraksi Golkar DPRD, Muryanto optimistis mimpi tersebut bisa diwujudkan melalui kolaborasi lintas pihak.
“Ini mimpi besar kita bersama. Dengan sinergi pemerintah, KONI, swasta, dan masyarakat, saya yakin padepokan ju-jitsu Ponorogo bisa terwujud,” katanya.
Muryanto menambahkan, animo terbesar ju-jitsu di Ponorogo datang dari kalangan pelajar dan pesantren besar, seperti Gontor, Al-Islah, Darul Falah, serta sejumlah pondok pesantren lainnya. Selain itu, peran institusi seperti Polri, TNI, dan OPD yang membuka dojo internal turut mempercepat perkembangan ju-jitsu.
Tak heran jika saat ini jumlah anggota ju-jitsu di Ponorogo telah mencapai puluhan ribu orang. Kondisi ini diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk mengikutkan putra-putrinya dalam olahraga bela diri ju-jitsu.
“Pembinaan terus berjalan, dan sekarang KONI Ponorogo juga tidak lagi memandang sebelah mata. Dukungan anggaran dan fasilitas terus meningkat karena prestasi kita nyata,” ujarnya.
Dalam menjalankan organisasi, Muryanto menegaskan dirinya tidak berjalan sendiri. Ia didampingi tim hukum IJI/PBJI Ponorogo dari SM Law Office, yakni Suryo Alam, S., M.H., dan Mega Aprillia, S.H.
“Kami selalu komunikasi dan koordinasi. Setiap event dan kegiatan kami pastikan melalui kajian hukum. Prinsipnya, jangan sampai ke depan ada masalah,” tegas Mberu.
Suryo Alam mengaku bangga bisa mendampingi kepemimpinan Muryanto. Ia bahkan menyatakan siap mendukung penuh rencana pembangunan padepokan ju-jitsu Ponorogo.
“Ini mimpi besar yang realistis. Kami siap mendampingi kapan pun dan di mana pun,” ujar Suryo.
Bahkan, dalam waktu dekat, SM Law Office juga berencana membuka Dojo Ju-jitsu SM Law Office. Lokasi telah disiapkan, tinggal menunggu kesiapan pelatih yang mumpuni agar bisa mencetak atlet berprestasi.
Sebelumnya
...
Berikutnya
...



