-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
PROMOSIKAN BISNIS ANDA DISINI - HUBUNGI: +62 856-5561-5145

Jembatan Rusak Jadi Sorotan Publik, Atika Banowati bersama Pemkab Ponorogo Lakukan Survei Lapangan

Survei lapangan jembatan rusak penghubung dua desa di Ponorogo. (Foto: Satria)
GARDAJATIM.COM:
Jembatan penghubung Desa Wagirlor, Kecamatan Ngebel, dengan Desa Wates, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, yang rusak berat akibat longsor, menjadi sorotan publik setelah kondisinya viral di media sosial. 

Merespons hal tersebut, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Komisi D dari Fraksi Golkar, Hj. Atika Banowati, S.H., Miseri Effendi Fraksi Partai Demokrat, bersama Pemerintah Kabupaten Ponorogo melakukan survei lapangan, Selasa, 20 Januari 2026.

Survei dilakukan bersama Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur terkait lainnya.

Jembatan tersebut diketahui telah rusak selama hampir empat tahun dan kini tak lagi dapat dilalui warga.

“Jembatan ini adalah satu-satunya akses yang menghubungkan Desa Wates dan wilayah Ngebel. Sekarang sudah tidak bisa dilewati warga,” kata Atika saat dihubungi awak media.

Menurut Atika, kerusakan jembatan berdampak langsung pada aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Meski tersedia jalur alternatif, akses tersebut hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, sementara kendaraan roda empat tidak dapat melintas.

“Padahal ini jalur urat nadi ekonomi warga. Distribusi hasil pertanian dan aktivitas perdagangan sangat terganggu,” ujarnya.

Dari hasil koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, kebutuhan anggaran untuk pembangunan kembali jembatan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp4 miliar.
Atika menyebut nilai tersebut masih memungkinkan untuk diusulkan melalui dana tanggap darurat bencana Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kami mendorong Pemkab segera menyiapkan Detail Engineering Design (DED). Targetnya dalam sepekan bisa selesai, sehingga dapat segera kami usulkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui skema dana tanggap darurat bencana,” kata dia.

Atika menegaskan akan menyampaikan langsung kondisi jembatan tersebut kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Ia berharap pembangunan jembatan dapat segera direalisasikan agar akses warga kembali normal.

“Kami akan berjuang agar jembatan ini segera dibangun. Harapannya, mobilitas warga pulih dan roda ekonomi masyarakat bisa kembali berjalan,” tandasnya. (*)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar