Longsor di Kawasan Wisata Sarangan, Delapan Motor Masuk Telaga
Garda Jatim
... menit baca
![]() |
| Delapan Motor Terseret ke Telaga, Tiga Wisatawan Selamat. (Dok. Humas Polres Magetan) |
GARDAJATIM.COM : Bencana tanah longsor terjadi di Jalan Lingkar Telaga Sarangan sisi selatan, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (17/1/2026) pagi.
Kejadian di kawasan wisata unggulan tersebut mengakibatkan delapan sepeda motor dan tiga wisatawan terseret material longsor.
Informasi kejadian diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Magetan pada pukul 09.50 WIB. Longsor terjadi sekitar pukul 09.42 WIB di kawasan Telaga Sarangan dengan koordinat 7,679540 LS dan 111,217182 BT.
BPBD Kabupaten Magetan mencatat, dalam peristiwa tersebut satu korban mengalami luka ringan dan dua korban lainnya mengalami syok ringan.
Korban luka ringan bernama Ismi Fatma Sari (20), warga Desa Girikerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang mengalami luka pada jari tangan kiri.
Sementara dua korban syok ringan masing-masing Muhamad Syahrul (20) dan Zahiaskya (17), keduanya warga Surabaya.
Peristiwa bermula saat sejumlah wisatawan sedang beraktivitas dan mengambil foto di area Jalan Lingkar Telaga Sarangan.
Tanah longsor terjadi secara tiba-tiba sehingga menyeret delapan kendaraan bermotor dan tiga orang wisatawan.
Satu unit kendaraan sempat tersangkut di tebing, sedangkan tujuh kendaraan lainnya masuk ke dalam telaga dengan kedalaman diperkirakan 6 hingga 7 meter.
Material longsor memiliki tinggi sekitar 8 hingga 9 meter, lebar kurang lebih 2 meter, dan panjang mencapai 70 meter. Kendaraan yang terdampak terdiri dari tiga unit RX King, dua unit Astrea Grand, satu unit Yamaha NMAX, satu unit Honda Beat, dan satu unit GL Max.
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kabupaten Magetan bersama Tim Reaksi Cepat (TRC-PB) segera turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat.
Proses evakuasi kendaraan dilakukan secara bertahap dengan menurunkan tim penyelam serta menarik kendaraan menggunakan tali.
Seluruh kendaraan bermotor berhasil dievakuasi hingga pukul 16.25 WIB. Selanjutnya, pada pukul 16.53 WIB, seluruh kendaraan diserahkan kepada pemilik dan operasi pencarian dinyatakan selesai.
Hingga berita ini diturunkan, akses jalan di lokasi kejadian masih ditutup sementara demi keselamatan pengunjung.
Kapolsek Plaosan, AKP Agus Budi Witarno, membenarkan peristiwa tersebut.
Ia menyampaikan bahwa setelah menerima laporan dari masyarakat, personel Pos Polisi Sarangan langsung bergerak ke lokasi kejadian.
“Begitu mendapat laporan, anggota kami segera mendatangi lokasi dan bersama BPBD serta warga sekitar melakukan evakuasi korban,” ujar AKP Agus Budi Witarno.
Ia menambahkan, para korban telah dievakuasi dan dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban dalam kondisi sadar dan tidak mengalami luka serius.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Korban hanya mengalami syok dan sudah mendapatkan penanganan medis,” imbuhnya.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, longsor diduga akibat kondisi tanah talud yang tergerus air Telaga Sarangan.
Titik longsor berada di sepanjang sekitar 70 meter talud tepi jalan kawasan wisata tersebut.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta akibat kerusakan kendaraan bermotor.
Aparat gabungan mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat berada di kawasan rawan bencana.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatan, khususnya di tengah potensi bencana hidrometeorologi yang masih cukup tinggi,” pungkas AKP Agus Budi Witarno. (@Arn)
Editor : Redaksi
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
