-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
PROMOSIKAN BISNIS ANDA DISINI - HUBUNGI: +62 856-5561-5145

Pasca Pencurian Baut Rel, KAI Daop 7 Madiun Perketat Pemeriksaan Jalur Blitar–Rejotangan

KAI Daop 7 Intensifkan Pemeriksaan Jalur Menyusul Terjadinya Pecurian Baut Rel Beberapa Waktu Lalu. (Foto: Humas KAI) 
GARDAJATIM.COM: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mengintensifkan pemeriksaan jalur kereta api sebagai langkah mitigasi gangguan keselamatan pasca aksi vandalisme berupa pencurian baut penambat rel. 

Pemeriksaan difokuskan di titik-titik rawan, khususnya di petak jalan Stasiun Blitar-Rejotangan, Sabtu(10/1)

Langkah tersebut dilakukan menyusul temuan pencurian baut penambat rel di KM 127+358 beberapa waktu lalu. 

Manajemen KAI Daop 7 Madiun bergerak cepat dengan meningkatkan pengawasan serta melakukan inspeksi menyeluruh guna memastikan prasarana tetap aman dan laik operasi.

Deputy Vice President Daop 7 Madiun, Muhamad Kahfi, memimpin langsung kegiatan cek lintas pada Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) di petak jalan antara Stasiun Blitar–Rejotangan. 

Kegiatan ini bertujuan memastikan kualitas prasarana kereta api tetap prima serta terbebas dari potensi bahaya, baik akibat faktor alam maupun tindakan oknum tidak bertanggung jawab.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa intensifikasi pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penguatan sistem keamanan dan kualitas prasarana.

“Pasca temuan hilangnya sejumlah baut penambat rel, kami tidak tinggal diam. Tim teknis dan keamanan dikerahkan untuk menyisir kembali setiap jengkal jalur guna memastikan kondisi rel tetap terjaga,” ujar Tohari.

Dalam inspeksi lapangan tersebut, Deputy VP Daop 7 Madiun didampingi tim Quality Control (QC) OP 7B, KUPT Jalan Rel 7.11 Blitar, serta Tim Polsuska Daop 7 Madiun. 

Pemeriksaan dilakukan secara mendalam terhadap sejumlah titik krusial.

Beberapa objek yang menjadi fokus pemeriksaan meliputi kondisi Jembatan BH 537 untuk memastikan struktur jembatan dan bangunan hikmat dalam keadaan kokoh, lingkungan jalur rel guna memastikan ruang manfaat jalan (Rumaja) bersih dari rintangan dan potensi gangguan keamanan, serta JPL 211 dengan pengecekan kelengkapan dokumen perjalanan kereta api (Perka) dan fasilitas keselamatan di perlintasan sebidang.

Menurut Tohari, pemeriksaan langsung di lapangan menjadi langkah penting untuk mendeteksi potensi risiko sejak dini.

“Pemeriksaan langsung di lapangan seperti ini membantu kami mengidentifikasi potensi bahaya sejak dini. Setiap temuan, sekecil apa pun, akan segera ditindaklanjuti agar perjalanan kereta api tetap aman, lancar, dan terkendali,” tegasnya.

Selain melakukan pengawasan internal, KAI Daop 7 Madiun juga mengajak masyarakat di sekitar jalur kereta api untuk ikut berperan aktif menjaga keamanan prasarana. 

Pasalnya, kehilangan komponen kecil seperti baut penambat rel dapat berdampak besar terhadap keselamatan perjalanan kereta api dan ratusan penumpang.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kepada petugas KAI atau kepolisian setempat jika melihat aktivitas mencurigakan di area jalur rel. Keselamatan kereta api adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Tohari. (Hms/Mah)


Editor: Redaksi

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar