Slahung Kian Bersinar, Dua Tradisi Desa Resmi Jadi Event Unggulan Ponorogo
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Camat Slahung, Nur Huda Rifai, S.STP., M.Si., bersama istri saat mengikuti kirab pusaka dan pawai budaya Joyonegoro Kecamatan Slahung. (Arsip: doc. Ig@masnoer09.364) |
Dua desa yang terpilih yakni Desa Tugurejo dengan tradisi Kirab Tirta Amerta Suci serta Desa Senepo yang dikenal lewat Festival Lokangan. Keduanya dinilai memiliki kekuatan nilai budaya sekaligus potensi pariwisata yang layak diangkat ke level kabupaten.
Camat Slahung, Nur Huda Rifai, S.STP., M.Si., menyambut positif masuknya dua event budaya desa tersebut ke dalam agenda unggulan Ponorogo tahun 2026. Ia menyebut capaian ini sebagai kebanggaan bersama bagi masyarakat Slahung.
“Kita tentu patut berbangga dan pastinya siap mendukung penuh,” kata Nur Huda Rifai saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 7 Januari 2025.
Menurut Nur Huda, kehadiran event budaya desa dalam kalender resmi KEPO diyakini akan membawa dampak berantai bagi wilayah setempat.
![]() |
| Camat Slahung, Nur Huda Rifai, S.STP., M.Si. |
Selain memperkuat identitas budaya, kegiatan tersebut berpotensi mendatangkan wisatawan, menggerakkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta memberi ruang hidup bagi para pelaku seni dan budaya.
“Budaya tidak hanya soal pelestarian, tapi juga penggerak ekonomi dan identitas daerah,” ujarnya.
Meski demikian, Slahung tidak semata bertumpu pada agenda yang masuk kalender resmi kabupaten. Kirab Budaya Joyonegoro, yang merupakan agenda budaya tingkat kecamatan, tetap akan digelar sebagai bagian dari upaya merawat tradisi lokal.
Namun Nur Huda mengakui, pelaksanaan Kirab Joyonegoro tahun ini akan berlangsung lebih sederhana menyusul kebijakan efisiensi anggaran.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa nilai dan makna budaya dari tradisi tersebut tidak akan dikurangi.
“Meski lebih simpel, maknanya tidak akan berkurang,” kata dia.
Dengan masuknya Desa Tugurejo dan Desa Sanepo dalam KEPO 2026, Kecamatan Slahung dinilai semakin konsisten memadukan pelestarian budaya dengan pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. (*)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...


