Warga Ngrupit Kecewa, Proyek Irigasi BBWS Solo Diduga Rusak Fasilitas Umum
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Warga setempat menunjukkan kondisi jalan penghubung menuju Dukuh Juranggandul yang rusak. (Foto: doc. Gardajatim.com) |
Pekerjaan yang berlangsung sekitar satu bulan dan rampung pada pertengahan Desember 2025 itu diduga menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas umum di wilayah setempat.
Kepala Desa Ngrupit, Suherwan mengatakan, sedikitnya empat rukun tetangga (RT 2, 4, dan 6 RW 2) terdampak langsung oleh proyek tersebut.
Warga mengeluhkan kerusakan akses jalan penghubung menuju Kelurahan Kadipaten, tepatnya di Dukuh Juranggandul, yang selama ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat.
“Kami mendapat aduan masyarakat yang terdampak akibat dari proyek tersebut," kata Suherwan saat ditemui, Jumat 16 Januari 2026.
Selain kerusakan jalan, Suherwan menyebut aliran air selokan di RT 4 menyebabkan satu pohon tumbang hingga menimpa rumah warga.
Ia menambahkan, masih terdapat beberapa titik lain di empat RT tersebut yang terdampak aktivitas proyek irigasi.
![]() |
| Sampah di bahu sungai area proyek irigasi. |
Atas kondisi itu, pemerintah desa mewakili warga meminta pihak pelaksana proyek segera bertanggung jawab.
“Kalau memang kerusakan itu akibat proyek, kami harap diperbaiki seperti semula,” ujar Suherwan.
Keluhan serupa disampaikan Endar Riyanto, warga setempat. Ia mengaku kecewa karena sejumlah fasilitas umum rusak dan belum ditangani.
“Jalan swadaya menuju Juranggandul rusak parah. Sampah-sampah di bahu sungai juga dibiarkan begitu saja,” kata Endar.
Menanggapi keluhan tersebut, Yadi, pelaksana lapangan dari BBWS Bengawan Solo, mengatakan proyek irigasi tersebut masih dalam masa pemeliharaan selama satu tahun.
Ia menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan kerusakan yang disampaikan warga dan pemerintah desa.
“Setelah PHO kami mendapat arahan pimpinan. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Semua laporan akan segera kami sampaikan dan fasilitas yang terdampak akan diperbaiki,” kata Yadi saat dikonfirmasi.
Hingga kini, warga berharap perbaikan segera dilakukan agar dampak proyek tidak berlarut-larut dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal. (*)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...

