-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
PROMOSIKAN BISNIS ANDA DISINI - HUBUNGI: +62 856-5561-5145

Ini Tanggapan Rahma Noviarini Usai Penggeledahan Rumahnya oleh KPK

Rahma Noviarini Ketua PBSI Kota Madiun 2025–2029. ( Dok. Arg)
GARDAJATIM.COM : Ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Madiun, Rahma Noviarini, menyampaikan tanggapan atas penggeledahan rumahnya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi.

Rahma menyampaikan penjelasan tersebut di tengah maraknya spekulasi publik terkait dugaan aliran dana dan keterkaitan dirinya dalam perkara yang sedang ditangani lembaga antirasuah. 

Ia ditemui di sela Turnamen Bulu Tangkis Dabo Battlefield I di GOR Bulu Tangkis Wilis, Kota Madiun, Senin (2/2/2026) malam.

Rahma menegaskan sikap kooperatif dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada KPK.

“Saya perkenankan pihak KPK untuk menyelidiki dan meneliti dari awal. Kami menunggu proses selanjutnya,” ujar Rahma.

Terkait keberadaannya saat penggeledahan berlangsung pada Selasa (27/1/2026), Rahma menyebut dirinya sedang berada di luar kota.

“Saya pulang itu, Mas. Saya pulang, kan saya punya rumah di Malang. Almarhum suami saya itu kan orang Malang,” ungkapnya.

Dalam penggeledahan tersebut, penyidik KPK mengamankan dua unit mobil serta sejumlah dokumen dari rumah Rahma. 

Menanggapi hal itu, Rahma menegaskan bahwa kendaraan yang disita dibeli menggunakan dana pribadi.

“Kalau mobil itu saya beli sendiri. Satunya saya beli di Surabaya, satunya lagi saya beli di Kota Madiun,” tegasnya.

Ia juga membenarkan adanya penyitaan dokumen, namun menyebut berkas yang diamankan merupakan dokumen pribadi.

“Berkas-berkas saja, berkas pribadi,” katanya.

Rahma turut menanggapi informasi yang mengaitkan proses pemilihannya sebagai Ketua PBSI Kota Madiun dengan Wali Kota Madiun nonaktif Maidi. 

Ia menegaskan bahwa pemilihan dilakukan secara organisasi melalui mekanisme resmi di bawah Pengurus Provinsi PBSI Jawa Timur.

“Pemilihan saya melalui Pengprov PBSI Jawa Timur. Ada 12 klub yang memilih saya. Bukan karena Pak Wali atau pihak lain,” ujarnya.

Diketahui, Rahma Noviarini resmi dilantik sebagai Ketua PBSI Kota Madiun masa bakti 2025–2029 pada Selasa (23/12/2025) di Gedung GCIO. Acara pelantikan tersebut turut dihadiri Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi.

Menutup keterangannya, Rahma menegaskan tidak ingin mendahului proses hukum yang saat ini masih berjalan di KPK.

“Kami tidak ingin mendahului apa yang sudah diproses KPK,” pungkasnya. (@Arg)


Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar