![]() |
| Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat kunjungan kerja di Rempang, Batam. (Foto: Humas Kementerian Transmigrasi/ Antonius Aditya Giovanni) |
GARDAJATIM.COM: Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi (Kementrans) memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Qatar dalam pembangunan sarana pendidikan terpadu di Kawasan Transmigrasi Barelang, meliputi Batam, Rempang, dan Galang. Kolaborasi ini mencakup pembangunan jenjang pendidikan dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kawasan tersebut.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan pembangunan sekolah dasar (SD) saat ini tengah berlangsung.
Sementara itu, pembangunan sekolah menengah pertama (SMP) direncanakan akan mendapat dukungan dari Pemerintah Qatar, termasuk pengembangan pendidikan berbasis keislaman.
“SD sedang kita bangun. Untuk SMP, atas izin BP Batam, nanti akan dibangun dengan bantuan dari Pemerintah Qatar, termasuk pendidikan Islamnya,” kata Iftitah saat kunjungan kerja di Kawasan Transmigrasi Barelang, Jumat, 20 Maret 2026.
Selain SMP, pembangunan sekolah menengah atas (SMA) juga akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga mitra internasional. Menurut Iftitah, sinergi lintas sektor ini menjadi kunci percepatan pembangunan pendidikan di kawasan transmigrasi.
Kementrans juga menyiapkan langkah lanjutan dengan menghadirkan pendidikan tinggi di kawasan tersebut. Program Diploma (D4) dan Sarjana (S1) direncanakan akan dibuka melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, seperti IPB, ITB, UI, UGM, Unpad, Undip, Unair, dan Universitas Brawijaya.
“Perguruan tinggi akan kita hadirkan melalui kerja sama dengan kampus-kampus di Jawa. Jadi masyarakat tidak perlu lagi mengirim anaknya ke luar daerah untuk mendapatkan pendidikan berkualitas,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan sektor pendidikan merupakan fondasi utama dalam meningkatkan daya saing masyarakat transmigrasi.
Dengan akses pendidikan yang lebih luas, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha dan penggerak ekonomi lokal.
“Kalau pendidikannya baik, mereka tidak hanya menjadi karyawan, tetapi bisa naik menjadi manajer bahkan pemilik usaha,” kata dia.
Warga Barelang menyambut positif rencana pembangunan tersebut. Mereka menilai kehadiran fasilitas pendidikan lengkap akan membuka peluang lebih besar bagi generasi muda untuk berkembang tanpa harus meninggalkan daerah asal.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong keterlibatan sektor swasta dan mitra internasional dalam pembangunan kawasan transmigrasi secara menyeluruh.
Selain pendidikan, pengembangan kawasan juga diarahkan untuk mendukung potensi ekonomi lokal, termasuk pariwisata berbasis desa yang berkelanjutan.
Melalui kerja sama ini, Kementrans menargetkan kawasan Barelang dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru yang tidak hanya menyediakan hunian dan lapangan kerja, tetapi juga layanan pendidikan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
