-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-80 TAHUN - PROMOSIKAN BISNIS ANDA DISINI - HUBUNGI: 0821 3105 7771

Sinergi Pemdes dan Warga Pijeran Wujudkan Pembangunan Fisik, Sosial, dan Budaya

Elen Fia Safara siswi PKL SMK 1 PGRI Ponorogo saat melakukan wawancara bersama Kades Pijeran, Sunarto. (Foto: Sofana Candra Dewi)
GARDAJATIM.COM
: Pemerintah Desa (Pemdes) Pijeran, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, bersama seluruh elemen masyarakat terus menggiatkan berbagai kegiatan pembangunan yang mencakup aspek fisik, sosial, keagamaan, dan budaya. 

Sinergi ini tidak hanya bertujuan memperbaiki infrastruktur desa, tetapi juga mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta melestarikan tradisi leluhur.

Sunarto, Kepala Desa Pijieran menegaskan, pembangunan tidak bisa berjalan tanpa keterlibatan warga.

“Kami berkomitmen membangun desa tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara sosial dan budaya. Semua elemen dilibatkan, mulai dari pemuda, ibu-ibu PKK, tokoh agama, BPD, hingga RT/RW,” ujar Sunarto saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/7/2025).

Pembangunan fisik diwujudkan melalui perbaikan dan pembangunan jalan desa, fasilitas umum, serta sarana pendukung pertanian.

Sementara itu, kegiatan sosial-keagamaan digelar secara rutin, seperti selamatan dan sedekah bumi sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki.

Tradisi budaya juga mendapat perhatian khusus, salah satunya adalah “metik” atau panen bersama. Tradisi ini menjadi simbol kerja sama dan gotong royong petani dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk cuaca ekstrem.

“Metik ini bukan hanya soal panen, tetapi juga bentuk kebersamaan kami sebagai warga desa,” imbuhnya.

Partisipasi masyarakat terlihat sangat tinggi. Mereka bergotong royong menyumbangkan tenaga, pikiran, dan bahkan anggaran demi keberhasilan pembangunan.

Pemdes pun mengalokasikan dana melalui program resmi yang disetujui dalam musyawarah desa.

Lokasi kegiatan tersebar di berbagai titik, baik di lingkungan pemukiman maupun lahan pertanian.

Rutinitas ini diyakini mampu memperkuat ikatan sosial, menumbuhkan semangat gotong royong, sekaligus menjaga nilai-nilai luhur warisan nenek moyang.

“Pembangunan ini bukan hanya soal bangunan yang berdiri, tetapi juga tentang memperkuat ikatan antarwarga. Dengan bersatu, kita bisa menghadapi berbagai tantangan ke depan,” pungkasnya.


Penulis: Elen Fia Safara
Editor: Redaksi

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar