Revitalisasi TK Jurug Diresmikan, Kadindik Ponorogo Tekankan Mutu Layanan dan Nol Perundungan
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Peresmian sarana dan prasarana hasil revitalisasi TK Dharma Wanita Persatuan 1 Jurug, Kecamatan Sooko, Ponorogo. (Foto: Istimewa) |
GARDAJATIM.COM: Revitalisasi sarana dan prasarana TK Dharma Wanita Persatuan 1 Jurug, Kecamatan Sooko, resmi diresmikan pada Rabu, 14 Januari. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Drs. H. Nurhadi Hanuri, M.M menekankan, bahwa perbaikan fisik bangunan harus diikuti dengan peningkatan mutu layanan pendidikan serta komitmen penuh terhadap lingkungan belajar yang bebas dari perundungan.
Nurhadi mengatakan, program revitalisasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Menurut dia, keterlibatan seluruh unsur masyarakat menjadi kunci keberlanjutan kualitas layanan pendidikan di tingkat PAUD.
“Alhamdulillah, program revitalisasi TK ini sudah terlaksana dengan baik. Komite saya titipi, mohon terus didukung dan didorong. Ini adalah aset masa depan kita agar mampu mewarnai dan membangun Kecamatan Sooko,” katanya.
Nurhadi menyebut warga Desa Jurug patut berbangga karena TK Dharma Wanita Persatuan 1 Jurug terpilih sebagai satu dari dua lembaga PAUD penerima dana revitalisasi tahun anggaran 2025. Padahal, di Kabupaten Ponorogo terdapat 758 lembaga PAUD yang tersebar di berbagai kecamatan.
Ia menegaskan, ketersediaan fasilitas yang lebih layak harus berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran. Guru PAUD diminta terus mengembangkan kompetensi agar tercipta iklim belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik.
“Dengan fasilitas yang memadai, layanan kepada anak-anak harus semakin ditingkatkan. Para guru juga wajib meningkatkan kualitas diri,” ujarnya.
Selain mutu layanan, Nurhadi secara khusus mengingatkan pentingnya pencegahan perundungan di lingkungan PAUD.
Ia menilai kekerasan verbal maupun nonverbal terhadap anak usia dini dapat meninggalkan dampak psikologis jangka panjang.
“Jangan sampai ada perundungan, apalagi terhadap anak usia PAUD. Pengalaman di masa itu akan selalu diingat dan bisa terbawa hingga dewasa,” katanya.
Sebelum peresmian dilakukan, Kepala TK Dharma Wanita Persatuan 1 Jurug, Dwi Arma Setyana, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, pemerintah desa, serta warga setempat yang terlibat dalam proses pembangunan sarana pendidikan tersebut.
Menurut Dwi Arma, pembangunan fasilitas pendidikan tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas layanan belajar mengajar, tetapi juga memberi efek sosial bagi masyarakat sekitar. Proses pembangunan, kata dia, turut membuka ruang partisipasi dan pemberdayaan warga Desa Jurug.
“Terima kasih kepada Dinas Pendidikan Ponorogo, pemerintah desa, dan warga yang telah mendukung. Dengan adanya progres pembangunan ini, masyarakat juga ikut diberdayakan,” ujar Dwi Arma saat ditemui sebelum peresmian.
Ia berharap, setelah sarana dan prasarana selesai dibangun, kualitas proses pembelajaran di TK Dharma Wanita Persatuan 1 Jurug dapat semakin ditingkatkan.
Pihak sekolah berencana menyesuaikan serta mengembangkan program pembelajaran agar lebih optimal dan selaras dengan kebutuhan tumbuh kembang anak usia dini.
“Dengan fasilitas yang lebih baik, kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan layanan pendidikan yang layak sejak usia dini,” kata Dwi Arma.
Peresmian gedung hasil revitalisasi ditandai dengan pemotongan pita oleh Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo yang didampingi Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal R.R. Yeni Widiastuti, M.Si., Kepala TK Dharma Wanita Persatuan 1 Jurug Dwi Arma Setiana, S.Pd., perwakilan Forkopimcam Kecamatan Sooko, serta Kepala Desa Jurug, Sukamto. (*)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...

